Showing posts with label OpenWRT x86. Show all posts
Showing posts with label OpenWRT x86. Show all posts

Friday, February 9, 2024

Install OpenWrt di Wyse Cx0 Mini PC

Sudah lama sekali saya tidak mengikuti perkembangan OpenWrt, ternyata sudah banyak sekali perubahan. Terakhir kali saya post di blog ini tentang OpenWrt pada tahun 2020 yang lalu. Sejak saat itu saya sudah vakum di OpenWrt, begitu pula di Engima2. Salah satu perubahan mencolok yang saya rasakan yaitu interface LuCI yang sudah jauh berubah dari terakhir saya setting Movistar ASL saya. OK, kita lanjut ke device yang kali ini juga sudah cukup jadul, yaitu Dell Wyse Cx0.

Wyse Cx0 ini adalah sebuah komputer client. Sebenarnya ia lebih cocok boot via jaringan daripada flash drivenya yang hanya berukuran 128 MB. Tapi, karena ini device sudah cukup jadul saya pikir lebih baik digunakan untuk OpenWrt x86 saja. Kebetulan dengan ukuran flash drive internal sekecil itu cocok sekali untuk OpenWrt yang juga saat diextract hampir mendekati full (122 MB).

Cara menginstallnya masih menggunakan cara lama dulu, yaitu menggunakan Live SliTaz (Cek di tab OpenWrt x86 di blog ini). Hanya bedanya SliTaz saya load dari Ventoy, bukan dari UnetBootIn. Sedangkan file image saya copy ke flashdisk lain karena SliTaz di Ventoy tidak bisa melakukan mount usb layaknya di UnetBootIn.

Pengaturan BIOS pada Wyse Cx0 untuk boot pertama alihkan ke USB terlebih dahulu, baru setelah terinstall dikembalikan ke internal flash drivenya. Untuk koneksi wifi sendiri saya gunakan TL-WN321G dengan speed maksimal di 54 Mbps. Lain waktu mungkin lebih baik diganti ke yang support 5G dari TP Link. Ada sih RTL-8812AU saya, tapi sepertinya belum sepenuhnya bisa digunakan di OpenWrt x86 yang saya install ini (entah error di mana).

Paketan di OpenWrt x86 ini ternyata tidak sepenuhnya menginstall paket utama untuk akses point terutama "hostapd". WPA Supplicant juga tidak secara default terinstall, jadinya harus konek terlebih dahulu dari LAN yang difungsikan sebagai client ke laptop Lenovo Yoga saya sebagai routernya.

TL-WN321G jadi Akses Poin OpenWrt

Lumayanlah, koneksinya lebih stabil daripada router jadul saya si Movistar ASL. Secara device sebenarnya ASL dan Wyse ini sudah sama-sama tua, hanya saja saat ini saya belum punya device baru untuk digunakan sebagai router OpenWrt.

Sunday, April 6, 2014

Modem Huaweii E226/E220 Idle di UMTS

Beberapa hari ini modem yang saya gunakan untuk konek ke opesel XL paket unlimited sering idle. Jaringan yang tadinya dilock pada mode HSDPA seringkali berobah jadi UMTS. Hal ini menyebabkan koneksi terputus dan tidak bisa nyambung kembali ketika proses reconnect.

Belum punya solusi jitu buat mengatasi ini, hanya saja mungkin hal ini terjadi pada OpenWRT x86 saja, khususnya di EEEPC 701. Atau barangkali hanya di OpenWRT x86 yang saya build (kebetulan pula versinya sudah jauh ketinggalan).

Untuk mengatasi masalah ini, yang saya lakukan hanya dengan menjalankan command line:
comgt

Seketika setelah command tersebut dijalankan, mode jaringan langsung kembali ke HSDPA dan bisa konek lagi. Kapan-kapan dicari deh penyebab utamanya dimana. Sementara itu dulu.

Tuesday, October 9, 2012

TL-MR3020 with ZTE-MF627

Saya bukan tidak menyukai firmware ori buatan para ahli di TP-Link, tapi suer, saya sebenarnya hanya "penyuka" Linux, jadi setiap hardware yang saya gunakan kalau boleh semuanya serba Linux. Sampe-sampe terakhir kali saya kasih nama anak saya Linux Debian (asli lho itu namanya tertera di Akta Kelahirannya) walaupun dia bukan hardware. Hehehe!

Saking hobbinya, begitu TL-MR3020 nyampe di rumah, nggk sampe 5 menit langsung saya flash menggunakan OpenWRT khusus buat TL-MR3020 yang dibikin Cindy (thumbs up for you Sis).


Kekurangannya nggk bisa konek stabil 3G di Huawei E226 (emang dari sananya, saya liat keluhan di forum openwrt juga di modem jenis ini). Kebetulan saja saya punya modem lainnya yaitu ZTE-MF627 yang saya beli beberapa tahun silam (modem kuno ya?!). Menggunakan modem ini ternyata cukup dan sangat stabil tanpa harus ngerobah settingan di Wifinya sama sekali. Koneksi sampe 3 jam tidak mengalami kendala sama sekali.


Beda dengan Huawei E226 yang tidak bisa disandingkan dengan Wifinya, dimana koneksi 3G akan terputus ketika Wifi dinyalakan. Udah saya coba dengan merobah settingan Wifi tetap saja penyakit ini belum sembuh (semoga di rilis OpenWRT berikutnya udah bisa diatasi).

Selanjutnya, saya pikir ada baiknya saya pake router ini untuk berbagi dengan tetangga saya, hitung-hitung memasyarakatkan internet lah. Tinggal setting seperti biasa (saya gunakan EeeWRT x86 untuk koneksi utama tanpa VPN, sedangkan 3020 saya jadikan client dengan VPN). Moga ada yang mau konek ntar akhir pekan. Soalnya berbagi yang gratis ini susah lho ada yang mau. Suerrr deh, entah kenapa saya kasih gratis aja nggk laku, gmana kalo saya minta bayar alias jualan ya?!



Enjoy the Freedom!

Wednesday, May 23, 2012

Opkg Lists Folder

Opkg-Lists adalah folder dimana list paket dari repo OpenWRT setelah kita melakukan "opkg update" tersimpan. Secara default, letaknya ada di /var/opkg-lists. Folder ini akan bersih kembali setelah router direboot sehingga kita harus melakukan update lagi setiap akan menginstall aplikasi.

Kalo space masih tersedia, ada baiknya opkg-lists disimpan di folder yang permanen. Saya menyimpannya di /mnt/opkg-lists.

Bikin foldernya dulu:
mkdir /mnt/opkg-lists

Setelah itu, edit /etc/opkg.conf atau lewat LuCI di:
System > Software > Configuration

Ganti "lists_dir ext /var/opkg-lists" menjadi:
lists_dir ext /mnt/opkg-lists

opkg.conf


Done!

Cara Bikin ExtRoot Untuk Menambah Space

Hari ini saya bikin lagi ExtRoot untuk router OpenWRT x86. Partisinya kebetulan udah saya persiapkan terlebih dahulu menggunakan GParted yang terinstall di SliTaz (saya bikin setelah menginstall OpenWRT x86 dari LiveUSB SliTaz). Pada dasarnya, partisi udah ter-mount secara default di image OpenWRT x86 yang saya bikin, tapi langkah-langkahnya biar saya uraikan lagi secara umum.

Pertama, kita menentukan terlebih dahulu letak partisi yang akan kita jadikan ExtRoot ada di mana. Cek di /dev tentunya. Kalo udah tau pasti letaknya (misalnya dalam contoh ini partisi yang saya pake adalah /dev/sda4 untuk file sistem ext4, dan /dev/sda3 untuk swap).

Edit file /etc/config/fstab dengan menyesuaikan partisi tadi (/dev/sda4):

nano /etc/config/fstab
Untuk command edit silakan menggunakan nano yang udah secara default terinstall di OpenWRT x86. Edit option target /home, robah jadi /mnt/sda4. Buang aja enabled_fsck jika kepengen (untuk contoh, saya kasih # artinya setting ini tidak kita gunakan walaupun secara default memang tidak digunakan yang ditandai dengan nilai '0' itu).

(Jika storage yang tersisa setelah install OpenWRT x86 langsung di format, maka partisinya akan otomatis dimount, jadi langkah di atas bisa dilewati saja untuk x86)

Selanjutnya, kita "enable" fstab agar setiap boot ia dieksekusi. Lalu kita jalankan fstab dan cek apakah partisi (/dev/sda4) udah dimount:

Partisi dimount /mnt/sda4
/etc/init.d/fstab enable
/etc/init.d/fstab start
df -h

Selanjutnya, eksekusi command berikut ini untuk membuat extroot:

Command ExtRoot

tar -C /overlay -cvf - . | tar -C /mnt/sda4 -xf - && mkdir -p /tmp/cproot && mount --bind / /tmp/cproot && tar -C /tmp/cproot -cvf - . | tar -C /mnt/sda4 -xf - && umount /tmp/cproot

Commandnya saya jadikan satu baris biar cepat. Sesuaikan /mnt/sda4 dengan letak mount partisi yang kita bikin di fstab dan terlihat di "df -h".

Setelah eksekusi selesai, edit kembali fstab:

nano /etc/config/fstab
Perhatikan "option target" kita comment dengan # untuk menonaktifkan fungsi ini (silakan didelete jika mau). Tambahkan baris:
option is_rootfs 1

Jika sudah, silakan REBOOT.
Done!

Referensi lengkap:
http://www.facebook.com/groups/openwrt/doc/343770922330605

Popular Posts